Secara Teoritis

Berbicara tentang demokrasi tidak akan terlepas dari Amerika Serikat, negara adidaya yang mengagung-agungkan demokrasi dan hak asasi manusia. Polisi dunia yang mendefinisikan demokrasi. Namun, apakah Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia?

Pernyataan bahwa Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia adalah sebuah pernyataan yang tidak berdasar. Informasi yang menyesatkan. Klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan yang mendiskreditkan pencapaian retorik bangsa Indonesia.

Tidak perlu dipertanyakan lagi, Indonesia adalah bangsa paling demokratis secara teoritis yang pernah ada di muka bumi. Lebih jauh, bangsa Indonesia adalah bangsa yang sekali lagi, secara teoritis, paling toleran yang pernah ada. Semua ini tak lain adalah representasi ideologi dan cita-cita bangsa Indonesia. Pemerintahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawratan perwakilan, kata sila ke-4 Pancasila. Dan, musyawarat, atau musyawarah, telah menjadi akar penyelesaian hampir setiap konflik yang ada di tanah air tercinta.

Penyelesaian atas masalah GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia di Bekasi adalah bukti nyata akan betapa demokratisnya, betapa tolerannya, teori bangsa Indonesia. Pendirian sebuah rumah ibadah yang ditentang warga sekitar didukung oleh walikota setempat yang mengatasnamakan kepentingan mayoritas. Tentu ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil, dan masalah ini pun dibawa ke meja hijau.

Ternyata, warga setempat selalu kalah dalam setiap ketukan palu hakim, dari pengadilan negeri sampai Mahkamah Agung. Apakah walikota setempat, yang dipilih secara demokratis dan dipercaya sebagai representasi rakyat, hanya tinggal diam? Dengan bijaksana, beliau mendengarkan aspirasi rakyatnya. Beliau tidak tinggal diam terhadap keputusan pengadilan yang tidak representatif terhadap suara mayoritas warga setempat. Beliau mencabut Izin Mendirikan Bangunan rumah ibadah tersebut. Dengan kata lain, walikota Bogor sudah menggunakan hak prerogatifnya sebagai eksekutif lokal dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan untuk menganulir keputusan Mahkamah Agung.

Ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia, berdasarkan teori ciptaannya sendiri, adalah bangsa paling demokratis dan toleran di dunia. Sebuah teori yang mendefinisikan bahwa demokrasi berarti memenangkan kepentingan mayoritas dan menganulir hak-hak konstitutif minoritas. Sebuah teori yang mempercayai bahwa toleransi adalah sifat yang harus dijunjung oleh minoritas, oleh mereka yang dimarjinalkan secara legal.

Apabila semua orang melanggar lampu lalu lintas, maka lampunya yang salah. Apabila semua orang mencontek, peraturannya yang salah. Apabila semua orang korupsi, anggarannya yang salah. Apabila sebuah gereja, yang legal secara administrative, ditentang oleh mayoritas, gerejanya yang ilegal.

Mungkin dunia internasional akan melihat masalah ini sebagai kegagalan negara untuk menjamin kebebasan beragama bagi rakyatnya. Tapi, camkan baik-baik dalam sanubari kita, menurut teori kita sendiri, kita adalah bangsa paling demokratis dan toleran yang pernah lahir di dunia. Masyarakat internasional, hargailah kami! Tutupah matamu terhadap praktik demokrasi dan toleransi di negara kami dan bukalah telingamu terhadap gaung teori kami! Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan betapa secara teoritis demokratis dan tolerannya kami! Secara teoritis.

 

 

 

Leave a Comment


× 2 = twelve