<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lucas Sebastian</title>
	<atom:link href="http://www.lucassebastian.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lucassebastian.net</link>
	<description>Guiding you always</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 May 2013 01:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Secara Teoritis</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/featured/secara_teoritis/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/featured/secara_teoritis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2013 00:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[gki yasmin]]></category>
		<category><![CDATA[ham]]></category>
		<category><![CDATA[hkbp filadelfia]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[teoritis]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang demokrasi tidak akan terlepas dari Amerika Serikat, negara adidaya yang mengagung-agungkan demokrasi dan hak asasi manusia. Polisi dunia yang mendefinisikan demokrasi. Namun, apakah Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia? Pernyataan bahwa Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia adalah sebuah pernyataan yang tidak berdasar. Informasi yang menyesatkan. Klaim yang tidak [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang demokrasi tidak akan terlepas dari Amerika Serikat, negara adidaya yang mengagung-agungkan demokrasi dan hak asasi manusia. Polisi dunia yang mendefinisikan demokrasi. Namun, apakah Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia?</p>
<p>Pernyataan bahwa Amerika Serikat adalah negara paling demokratis di dunia adalah sebuah pernyataan yang tidak berdasar. Informasi yang menyesatkan. Klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan yang mendiskreditkan pencapaian retorik bangsa Indonesia.</p>
<p><span id="more-1180"></span></p>
<p>Tidak perlu dipertanyakan lagi, Indonesia adalah bangsa paling demokratis secara teoritis yang pernah ada di muka bumi. Lebih jauh, bangsa Indonesia adalah bangsa yang sekali lagi, secara teoritis, paling toleran yang pernah ada. Semua ini tak lain adalah representasi ideologi dan cita-cita bangsa Indonesia. <i>Pemerintahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawratan perwakilan, </i>kata sila ke-4 Pancasila. Dan, musyawarat, atau musyawarah, telah menjadi akar penyelesaian hampir setiap konflik yang ada di tanah air tercinta.</p>
<p>Penyelesaian atas masalah GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia di Bekasi adalah bukti nyata akan betapa demokratisnya, betapa tolerannya, teori bangsa Indonesia. Pendirian sebuah rumah ibadah yang ditentang warga sekitar didukung oleh walikota setempat yang mengatasnamakan kepentingan mayoritas. Tentu ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil, dan masalah ini pun dibawa ke meja hijau.</p>
<p>Ternyata, warga setempat selalu kalah dalam setiap ketukan palu hakim, dari pengadilan negeri sampai Mahkamah Agung. Apakah walikota setempat, yang dipilih secara demokratis dan dipercaya sebagai representasi rakyat, hanya tinggal diam? Dengan bijaksana, beliau mendengarkan aspirasi rakyatnya. Beliau tidak tinggal diam terhadap keputusan pengadilan yang tidak representatif terhadap suara mayoritas warga setempat. Beliau mencabut Izin Mendirikan Bangunan rumah ibadah tersebut. Dengan kata lain, walikota Bogor sudah menggunakan hak prerogatifnya sebagai eksekutif lokal dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan untuk menganulir keputusan Mahkamah Agung.</p>
<p>Ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia, berdasarkan teori ciptaannya sendiri, adalah bangsa paling demokratis dan toleran di dunia. Sebuah teori yang mendefinisikan bahwa demokrasi berarti memenangkan kepentingan mayoritas dan menganulir hak-hak konstitutif minoritas. Sebuah teori yang mempercayai bahwa toleransi adalah sifat yang harus dijunjung oleh minoritas, oleh mereka yang dimarjinalkan secara legal.</p>
<p>Apabila semua orang melanggar lampu lalu lintas, maka lampunya yang salah. Apabila semua orang mencontek, peraturannya yang salah. Apabila semua orang korupsi, anggarannya yang salah. Apabila sebuah gereja, yang legal secara administrative, ditentang oleh mayoritas, gerejanya yang ilegal.</p>
<p>Mungkin dunia internasional akan melihat masalah ini sebagai kegagalan negara untuk menjamin kebebasan beragama bagi rakyatnya. Tapi, camkan baik-baik dalam sanubari kita, menurut teori kita sendiri, kita adalah bangsa paling demokratis dan toleran yang pernah lahir di dunia. Masyarakat internasional, hargailah kami! Tutupah matamu terhadap praktik demokrasi dan toleransi di negara kami dan bukalah telingamu terhadap gaung teori kami! Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan betapa secara teoritis demokratis dan tolerannya kami! Secara teoritis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/featured/secara_teoritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demi Hukum atau Demi Keadilan?</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/demi-hukum-atau-demi-keadilan/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/demi-hukum-atau-demi-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 07:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1177</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai sebuah negara yang berdasarkan kepada hukum, Indonesia tentu tidak boleh menoleransi pelanggaran hukum yang terjadi. setiap orang yang melanggar hukum harus dibawa ke muka pengadilan tanpa terkecuali. Namun, apakah tujuan akhir dari penegakan hukum? Untuk apakah sebuah peraturan ditegakkan, demi hukum atau demi keadilan? Kasus yang menimpa Rasimah binti Rawan, warga Ciputat, Tangerang Selatan, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai sebuah negara yang berdasarkan kepada hukum, Indonesia tentu tidak boleh menoleransi pelanggaran hukum yang terjadi. setiap orang yang melanggar hukum harus dibawa ke muka pengadilan tanpa terkecuali. Namun, apakah tujuan akhir dari penegakan hukum? Untuk apakah sebuah peraturan ditegakkan, demi hukum atau demi keadilan?</p>
<p><span id="more-1177"></span></p>
<p>Kasus yang menimpa Rasimah binti Rawan, warga Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, adalah bukti konkret bahwa peraturan di Indonesia ditegakkan semata-mata demi hukum. Seorang nenek ditahan 4 bulan atas tuduhan pencurian 6 piring, baju, dan sop buntut sapi demi hukum. Rasa keadilan dicederai demi hukum.</p>
<p>Kasus ini mencerminkan bagaimana bangsa Indonesia, baik pemerintah maupun masayarakat, telah kehilangan rasa keadilan. Pemerintah menegakkan hukum tanpa pandang bulu, tapi sayangnya keadilan termasuk bulu yang tidak dipandang. Mungkin itulah alasan mengapa koruptor, pencuri uang rakyat dan pengkhianat bangsa, seperti Angelina Sondakh, hanya dihukum 4 tahun 6 bulan penjara.</p>
<p>Lalu, rasa keadilan dalam masyarakat Indonesia juga setali tiga uang dengan pemerintahna. Hati nurani, sumber keadilan setiap insan, ditutup rapat-rapat. Sebuah pencurian sepele dituntut ke meja hijau, padalah masalah tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.</p>
<p>Bangsa Indonesia terjebak dalam individualisme dan aroganisme yang dijustifikasi hukum. Hukum yang melupakan ibu kandungnya sendiri, keadilan. Jadi, demi hukum atau demi keadilan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/demi-hukum-atau-demi-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quo Vadis Indonesia?</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/quo-vadis-indonesia/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/quo-vadis-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2013 07:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[quo vadis]]></category>
		<category><![CDATA[voc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1171</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, tetapi tertelan bangsa lainnya di dunia internasional. Negara Indonesia adalah negara yang kaya, tapi hutangnya menumpuk setinggi gunung. Indonesia adalah bangsa yang hebat, tetapi kacau balau akibat korupsi. Sebenarnya, masalah sistemik ini telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu. Kerajaan Majapahit hancur akibat korupsi. VOC bangkrut akibat korupsi. Namun, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, tetapi tertelan bangsa lainnya di dunia internasional. Negara Indonesia adalah negara yang kaya, tapi hutangnya menumpuk setinggi gunung. Indonesia adalah bangsa yang hebat, tetapi kacau balau akibat korupsi.</p>
<p>Sebenarnya, masalah sistemik ini telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu. Kerajaan Majapahit hancur akibat korupsi. VOC bangkrut akibat korupsi. Namun, orang Indonesia adalah orang-orang yang sombong dan tidak mau belajar dari kesalahan. Lihat saja buku-buku pelajaran sejarah; berapa persen yang tegas menyebutkan korupsi sebagai penyebab jatuhnya Kerajaan Majapahit? Berapa banyak pengarang yang membeberkan korupsi VOC secara eksplisit?</p>
<p><span id="more-1171"></span></p>
<p>Lebih parah lagi, kita menolak fakta-fakta menyakitkan tersebut dan menutupinya dengan setiap prestasi yang bisa dibumbui. Kita mengklaim Majapahit jatuh karena kekurangan pemimpin setelah Hayam Wuruk dan Gajah Mada wafat. Kita mempercayai VOC jatuh bangkrut akibat perlawanan pahwalan-pahlawan bangsa.</p>
<p>Kita telah membohongi diri sendiri dengan menutupi fakta-fakta sejarah. Kita dibutakan oleh rasa malu sehingga mencari pelarian dengan mengatakan bahwa kita pernah menjadi bangsa yang hebat dan besar.</p>
<p>Survei akhir tahun lalu menempatkan Indonesia pada posisi 118 dari 182 negara. Maka, ini menempatkan Indonesia pada kelompok negara-negara korup. Kita lebih buruk dari rata-rata dunia.</p>
<p>Kita menghadapi masalah kronis. Kita tidak mau belajar dari sejarah. Dan, kita mengkambinghitamkan sebagian elitis sementara mungkin kita juga melakukan korupsi kecil-kecilan seperti mengkorupsi waktu kerja. Bangsa kita hampir terdeintegrasi, tetapi kita hanya tenang-tenang saja. Jadi, Quo Vadis Indonesia?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/uncategorized/quo-vadis-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eva Coffee House</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/eva-coffee-house/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/eva-coffee-house/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[ambarawa]]></category>
		<category><![CDATA[eva coffee house]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg manggar]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1157</guid>
		<description><![CDATA[Eva Coffee House Bedono &#8211; Ambarawa, Central Java &#160; Seperti namanya, pasti kopi yang ditawarkan disini spesial. Saya tidak pernah absen memesannya setiap kali mampir ke sini. Namun, yang saya ingin bahas adalah Gudeg Manggarnya. Gudeg Manggar tidak menggunakan buah nangka, melainkan putik bunga kelapa muda sehingga menghasilkan rasa yang unik (dan harga yang lebih [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Eva Coffee House</strong></p>
<p><em>Bedono &#8211; Ambarawa, Central Java</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti namanya, pasti kopi yang ditawarkan disini spesial. Saya tidak pernah absen memesannya setiap kali mampir ke sini. Namun, yang saya ingin bahas adalah Gudeg Manggarnya.</p>
<p>Gudeg Manggar tidak menggunakan buah nangka, melainkan putik bunga kelapa muda sehingga menghasilkan rasa yang unik (dan harga yang lebih mahal). Sangat disayangkan apabila teman-teman tidak mencicipi gudeg Manggar di Eva Coffee House apalagi untuk kalian yang memang melewati rute Ambarawa. Teman-teman bisa memesan porsi keluarga dengan harga lebih dari 100.000 atau membeli paket dengan nasi sehara 40.000.</p>
<p>Sup buntut di sini juga direkomendasikan. Bumbu yang tidak terlalu asin dan tidak terlalu pedas, semuanya pas. Namun tidak halnya dengan mie rebusnya.</p>
<p>Eva Coffee House adalah destinasi kuliner terakhir yang saya kunjungi. <a href="http://wp.me/p2DjBY-h8">Sebuah wiskul</a> yang sangat padat sekaligus sangat berkesan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/eva-coffee-house/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakso Ito</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/bakso-ito/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/bakso-ito/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[bakso]]></category>
		<category><![CDATA[ito]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Bakso Ito Jalan Mataram 59, Yogyakarta &#160; Pernah makan bakso Jenggo di Kelapa Gading? Menurut selera saya, bakso Jenggo adalah bakso gepeng terlezat di Jakarta. Namun, bakso Ito tidak dapat disandingkan langsung dengna bakso Jenggo, tapi jelas keduanya adalah bakso terenak di kotanya masing-masing. Selain bakso kuah dengan berbagai tambahan, bakso Ito juga terkenal dengan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bakso Ito</strong></p>
<p><em>Jalan Mataram 59, Yogyakarta</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernah makan bakso Jenggo di Kelapa Gading? Menurut selera saya, bakso Jenggo adalah bakso gepeng terlezat di Jakarta. Namun, bakso Ito tidak dapat disandingkan langsung dengna bakso Jenggo, tapi jelas keduanya adalah bakso terenak di kotanya masing-masing.</p>
<p>Selain bakso kuah dengan berbagai tambahan, bakso Ito juga terkenal dengan bakso gorengnya yang sangat lezat. Uniknya, bakso gorengnya disajikan dengan kuah tapi tidak lembek karena hanya di&#8221;cemplung&#8221;kan terakhir.</p>
<p>Jangan sampai kelewatan untuk makan Bakso Ito di Yogyakarta atau teman-teman akan menyesal.</p>
<p>Dengan perut kenyang, saya <a href="http://wp.me/p2DjBY-iF">berpulang ke Jakarta</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/bakso-ito/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-mbok-berek-pertama-ibu-noor/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-mbok-berek-pertama-ibu-noor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[goreng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[mbok berek]]></category>
		<category><![CDATA[pertama ibu noor]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor Jalan Raya Yogya-Klaten Dari Yogya: di sebelah kiri jalan sebelum masjid. &#160; Pagi hari indah dimulai dengan ayam goreng yang lezat. Walaupun tidak panas, tapi kelezatan Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor memang tidak dapat ditandingi Ayam Goreng Suharti yang sudah tidak melegenda. Ditemani Gudeg Yu Djum yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor</strong></p>
<p><em>Jalan Raya Yogya-Klaten</em></p>
<p><em>Dari Yogya: di sebelah kiri jalan sebelum masjid.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pagi hari indah dimulai dengan ayam goreng yang lezat. Walaupun tidak panas, tapi kelezatan Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor memang tidak dapat ditandingi <a href="http://wp.me/p2DjBY-hx">Ayam Goreng Suharti</a> yang sudah <strong>tidak</strong> melegenda. Ditemani <a href="http://wp.me/p2DjBY-hy">Gudeg Yu Djum</a> yang juga saya bungkus, pagi hari terakhir wiskul sempurna sudah.</p>
<p>Ayam goreng yang begitu empuk dengan bumbu yang meresap. Ditambah dengan daging yang sedikit basah-basah lemak tapi tidak berlebihan, menghasilkan sensasi yang tidak dapat dilupakan.</p>
<p>Jangan sampai kelewatan untuk mencicipi ayam goreng yang satu ini, terutama bila teman-teman berkesempatan untuk makan di restorannya.</p>
<p>Sarapan dilanjutkan dengan<a href="http://wp.me/p2DjBY-iy"> bakso Ito.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-mbok-berek-pertama-ibu-noor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakmie Kadin</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/bakmie-kadin/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/bakmie-kadin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[bakmie]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kadin]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Bakmie Kadin Jl. Bintaran Kulon No, 3 &#38; 6 &#160; Saya sebenarnya sudah ngebut dari Solo setelah makan Timlo/Kimlo Mien Satu. Namun, apa daya, jalan dari Solo ke Yogya sangat padat dan dipenuhi lampu merah sehingga memakan waktu lebih dari 2 jam. Alhasil, saya baru sampai di Bakmie Kadin sekitar jam 7 malam &#8211; dan &#8211; [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bakmie Kadin</strong></p>
<p><em>Jl. Bintaran Kulon No, 3 &amp; 6</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya sebenarnya sudah <em>ngebut</em> dari Solo setelah makan <a href="http://wp.me/p2DjBY-hA">Timlo/Kimlo Mien Satu</a>. Namun, apa daya, jalan dari Solo ke Yogya sangat padat dan dipenuhi lampu merah sehingga memakan waktu lebih dari 2 jam. Alhasil, saya baru sampai di Bakmie Kadin sekitar jam 7 malam &#8211; dan &#8211; ramainya luar biasa. Padahal Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor sudah saya bungkus saja untuk sarapan besok karena keterbatasan waktu.</p>
<p>Mau tidak mau, karena ini adalah malam saya terakhir di Yogyakarta, menunggu satu jam pun saya ladeni. Akhirnya, bakmie godok dan goreng yang saya pesan datang juga. Tidak sia-sia pengorbanan menunggu satu jam untuk menikmati bakmie yang dimasak dengan anglo ini.</p>
<p>Bakmie kadin adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi apabila teman-teman ada di Yogyakarta. Namun, bagi yang hanya sampai Semarang, bisa juga mengobati kekecewaan dengan mencoba <a href="http://wp.me/p2DjBY-hq">Bakmie Jawa Pak Rebi</a>.</p>
<p>Saya tidur dengan perut <del>kenyang</del> kekenyangan. Semoga besok pagi perut saya cukup untuk sarapan <a href="http://wp.me/p2DjBY-is">Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor</a>, <a href="http://wp.me/p2DjBY-hy">Gudeg Yu Djum</a>, dan <a href="http://wp.me/p2DjBY-iy">Bakso Ito</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/bakmie-kadin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mien Satu</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/mien-satu/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/mien-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2012 15:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[mien]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Mien Satu Jalan Balong Gang III, Solo Business hour: 6.15-16.00 (weekdays) 6.15-14.00 (Sunday &#38; public holiday) Mengunjungi Solo tidak pernah lengkap bila belum mengunjungi Mien Satu yang melegenda dengan timlo/kimlonya. Beruntung saya masih sempat datang sebelum tutup karena lalin Yogyakarta-Solo yang ternyata sangat padat dan memakan waktu sampai 3 jam. Walaupun tidak sempat mencicipi sosis [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mien Satu</strong><br />
<em>Jalan Balong Gang III, Solo</em><br />
Business hour:</p>
<ul>6.15-16.00 (weekdays)</ul>
<ul>6.15-14.00 (Sunday &amp; public holiday)</ul>
<p>Mengunjungi Solo tidak pernah lengkap bila belum mengunjungi Mien Satu yang melegenda dengan timlo/kimlonya. Beruntung saya masih sempat datang sebelum tutup karena lalin Yogyakarta-Solo yang ternyata sangat padat dan memakan waktu sampai 3 jam.</p>
<p>Walaupun tidak sempat mencicipi sosis babinya karena keterbatasan perut, saya sangat dipuaskan dengan timlo Mien Satu yang sangat lezat. Sampai saat ini, belum ada timlo di Jakarta yang dapat mendekati rasa timlo Mien Satu. Beberapa tahun yang lalu mungkin ada restoran Timlo Solo yang mirip di daerah Kelapa Gading tapi sekarang sudah tutup.</p>
<p>Jadi, bila teman-teman berkunjung ke Solo, timlo Mien Satu adalah sebuah keharusan untuk dikunjungi. 6 jam untuk bolak-balik Yogya-Solo tertebus dengan timlo yang sangat lezat dan gurih.</p>
<p>Sayang waktu saya tidak banyak karena harus buru-buru kembali ke Yogya untuk menikmati <a href="http://wp.me/p2DjBY-in">makan malam Bakmie Kadin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/mien-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gudeg Yu Djum</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/gudeg-yu-djum/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/gudeg-yu-djum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2012 15:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[wijilan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[yu djum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1088</guid>
		<description><![CDATA[Gudeg Yu Djum Sentra Gudeg Wijilan, Yogyakarta Dari gerbang masuk: agak belakang di sebelah kiri jalan. Pagi-pagi (apabila jam 10 dikategorikan demikian), mobil saya meluncur ke daerah Wijian untuk sarapan Gudeg Yu Djum. Ternyata, pengunjung sudah mulai memadati gudeg yang satu ini. Setelah memesan, saya melepas alas kaki dan duduk lesehan sambil berbsgi meja dengan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gudeg Yu Djum</strong><br />
<em>Sentra Gudeg Wijilan, Yogyakarta<br />
Dari gerbang masuk: agak belakang di sebelah kiri jalan.</em><br />
Pagi-pagi (apabila jam 10 dikategorikan demikian), mobil saya meluncur ke daerah Wijian untuk sarapan Gudeg Yu Djum. Ternyata, pengunjung sudah mulai memadati gudeg yang satu ini.</p>
<p>Setelah memesan, saya melepas alas kaki dan duduk lesehan sambil berbsgi meja dengan pengunjung lain. Tak sampai 5 menit, gudeg yang kami pesan tiba. Gudeg Yu Djum telah berhasil mengobati kekecewaan akibat ayam goreng kemarin malam. Gudeg yang tidak terlalu manis tapi cukup manis, pokoknya semuanya pas.</p>
<p>Ketika saya selesai makan, sudah sangat banyak pengunjung yang antre untuk makan. Oleh karena itu, pastikan agar teman-teman datang cukup pagi atau bisa juga mengunjungi cabang lainnya:</p>
<ul>Jalan Kaliurang Km 4,5 CT III/22, Karang Asem, Yogyakarta. Telp (0274) 515968.</ul>
<ul>Jalan Seturan Raya 99B, Yogyakarta</ul>
<ul>Ring Road Maguwoharjo Kav. 27, Yogyakarta</ul>
<p>Sekedar informasi, menjelang siang hari Gudeg Yu Djum biasanya kehabisan nasi putih.</p>
<p>Dengan perut dan lidah yang terpuaskan, mobil kembali melaju ke <a href="http://wp.me/p2DjBY-hA">Solo untuk makan timlo/kimlo Mien Satu</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/gudeg-yu-djum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Suharti</title>
		<link>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-suharti/</link>
		<comments>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-suharti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2012 15:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[ayam goreng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[keliling]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[suharti]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lucassebastian.net/?p=1087</guid>
		<description><![CDATA[Manusia boleh punya rencana, tapi Tuhan yang menentukan. Itulah yang terjadi pada makan malam saya pada hari ke-3 wiskul. Jam sudah menunjukan pukul 6 tapi mobil belum juga memasuki kota Yogyakarta: niat untuk mencicipi Bakmie Kadin diurungkan dan ditunda sampai keesokan harinya. Waktu kembali berlalu dan jam menunjukkan pukul 7 tapi mobil yang saya tumpangi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia boleh punya rencana, tapi Tuhan yang menentukan. Itulah yang terjadi pada makan malam saya pada hari ke-3 wiskul. Jam sudah menunjukan pukul 6 tapi mobil belum juga memasuki kota Yogyakarta: niat untuk mencicipi Bakmie Kadin diurungkan dan ditunda sampai keesokan harinya. Waktu kembali berlalu dan jam menunjukkan pukul 7 tapi mobil yang saya tumpangi baru sampai di daerah Magelang dekat jembatan Tempel; rencana mencicipi bakso Ito juga ditunda. Terakhir, jam menunjukan pukul 8 tapi saya baru memasuki kota Yogyakarta sehingga <em>Plan C</em> untuk menikmati Ayam Goreng Mbok Berek Pertama Ibu Noor juga ditunda. Akhirnya, untuk mengisi perut yang sudah keroncongan, diputuskan untuk makan malam Ayam Goreng Suharti.</p>
<p>Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, makanan yang dipesan sampai juga. Alangkah kecewanya begitu ayam goreng yang dihidangkan tiba. Ayam goreng yang alot dan kering. Bahkan, menurut lidah saya, Ayam Goreng Ny. Suharti di Tomang, Jakarta Barat jauh berada di atas &#8220;pusatnya&#8221;. Namun, seperti pepatah cinta itu buta, pengunjung terus berdatangan tanpa henti sampai saya meninggalkan restoran pada pukul 9.30.</p>
<p>Dengan perut yang penuh tapi lidah yang tidak puas, saya sangat tidak sabar untuk sarapan <a href="http://wp.me/p2DjBY-hy">Gudeg Yu Djum besok</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lucassebastian.net/food/ayam-goreng-suharti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
